Tips Menangkap Lalat dan Nyamuk Pakai Tangan Bak Jago Kungfu

Lalat

Dibilang masalah sepele, lalat dan nyamuk nyatanya kerap membuat jengkel, jika bukan mengusik dan merugikan kita (baca: membawa penyakit). Tapi disebut sebagai masalah berat, lalat dan nyamuk sudah senantiasa dekat dengan kita sehari-hari, sebegitu dekatnya hingga nyaris tak bisa dipisahkan.

Faktanya, manusia sudah lama berusaha menemukan cara atau menciptakan alat yang bisa menangkap, membunuh, atau bahkan memusnahkan sama sekali kedua jenis serangga itu. Mulai dari menggunakan asap, obat nyamuk bakar, semprotan (zat kimia), obat nyamuk listrik, pemukul lalat dan raket nyamuk, dan lain sebagainya. Dan kenyataannya, sampai sekarang manusia masih belum bisa mengatasi gangguan keduanya.

Padahal sebenarnya, kalau cukup sabar dan terlatih, sebenarnya tanpa alat pun, kita bisa saja menangkap atau membunuh lalat dan nyamuk menggunakan tangan sendiri. Ya, hanya dengan tangan, persis seperti di adegan-adegan jago kungfu saat mengayunkan tangan atau ketika master samurai menyabetkan pedangnya.

Ada yang berminat mencoba? Berikut tipsnya:

1. Yang pertama-tama dan paling dibutuhkan adalah kesabaran dan ketenangan. Sabar dalam menunggu waktu yang tepat, sabar dalam mencoba, serta tenang dalam melakukan gerakan atau bertindak. Jika Anda termasuk orang tak sabaran, sebaiknya tidak usah mencoba.

2. Hal kedua yang tak kalah penting adalah latihan. Jika Anda baru mencobanya pertama kali dan mengira akan langsung berhasil, maka itu artinya hanya berharap pada keberuntungan. Tapi dengan berlatih, plus tentunya mengikuti tips atau langkah-langkah yang tepat, yakinlah, tingkat keberhasilan akan bertambah.

3. Untuk memulai mencoba, ada baiknya Anda melenturkan otot-otot tangan, terutama pergelangan dan telapak tangan terlebih dahulu. Upayakan pula agar tangan Anda tidak basah, tidak berkeringat, atau bila perlu tidak berbau apa pun.

4. Situasi terbaik menangkap seekor lalat pastinya adalah ketika dia tengah hinggap, alias beristirahat di satu permukaan. Ketika menemukan seekor lalat dalam posisi itu, pastikan bahwa ruang yang Anda punya cukup lega, agar jangan sampai pula ketika Anda bergerak justru mengenai barang pecah-belah atau malah mencederai tubuh sendiri.

5. Ada dua pendapat mengenai bagaimana teknik terbaik mendekati seekor lalat tanpa diketahui olehnya. Yang pertama adalah dari bagian atas, yang kedua dari bagian belakang si lalat. Dari sisi samping dan dari depan dinilai kurang menguntungkan, atau malah cenderung gagal.

6. Berpedoman dengan dua pendekatan itu, Anda dekatilah sang lalat dengan tangan Anda, boleh dengan keadaan terbuka maupun menguncup sepeti mangkok. Ingat, dekatilah dengan gerakan yang perlahan sekali, namun jangan pula terlalu lambat sehingga ia keburu terbang. Ada yang mengatakan bahwa lalat jika didekati sangat pelan dengan pisau, bahkan bisa sampai tersentuh punggungnya oleh mata pisau itu tanpa ia sadari. Yap, itu karena lalat dapat bergerak (beraksi) saking cepatnya, sehingga justru gerakan lambat jadi tidak mudah terdeteksi olehnya.

7. Kembali ke gerakan tangan, seiring gerak perlahan yang kian mendekat ke sang lalat, Anda bisa memutuskan kemudian mana jarak yang tepat untuk bergerak secepat kilat menyambarnya. Entah itu menangkupnya dengan telapak Anda, memukul keras, atau bahkan menggenggamnya di atas permukaan tempat ia sempat hinggap. Penentuan momen dan jarak terbaiknya ini tentu akan lebih sempurna Anda dapatkan melalui latihan.

8. Dan akhirnya, zap..! Voila, Anda telah berhasil menangkap atau meng-KO seekor lalat, hanya dengan tangan Anda sendiri. Dan itu hanya Anda lakukan dengan sebelah tangan. Jika Anda mau mengkombinasikan dengan dua tangan, hasilnya akan lebih baik lagi, karena tangan yang satunya bisa berfungsi sebagai pengepung atau penghadang gerakan kabur si lalat.

9. Nah, lalu bagaimana dengan nyamuk? Nyamuk pun prinsipnya sama seperti itu. Bahkan, nyamuk cenderung lebih gampang ketimbang lalat karena beberapa faktor. Pertama, ketika hinggap, terutama di kulit Anda, nyamuk akan disibukkan dengan aktivitas menghisap darah. Dan ini sudah terbukti dengan banyaknya orang yang berhasil menepuk nyamuk hingga berdarah. Kedua, bahkan ketika terbang pun, nyamuk masih lebih mudah ditangkap dengan sebelah tangan (apalagi dua tangan), karena pola terbangnya yang seolah melayang dan tidak bermanuver seperti lalat. Tinggal mengikuti arah terbangnya, tunggu momen dan jarak yang tepat, dekatkan tangan dan ayunkan, dan nyamuk pun tersambar.

10. Bagaimana dengan lalat yang sedang terbang? Agak susah memang, bahkan menurut beberapa orang hampir mustahil. Tapi, tidak ada yang tak mungkin, selama Anda mau berlatih dan menggunakan akal pikiran. Salah satu contohnya adalah dengan mengikuti lalat yang terbang ke arah kaca jendela, di mana dia akan senantiasa tertipu hingga membentur kaca. Di saat itulah –ketika terbentur kaca– Anda bisa menyambarnya dengan tangan dengan lebih mudah.

11. Satu tips lagi yang tak boleh lupa diingat adalah, ketika berhasil menangkap atau menimpa lalat maupun nyamuk dengan tangan Anda, pastikan lagi bahwa sang serangga benar-benar sudah KO atau tak berdaya. Kalau Anda ingin menewaskannya, tewaskan sekalian. Kecuali jika Anda memang hanya ingin bermain-main dan kemudian melepaskannya –karena mungkin Anda pecinta serangga.

12. Tips paling akhir, tentu saja adalah membuang jasad/sisa lalat atau nyamuk tersebut, dan mencuci tangan Anda dengan bersih setelah melakukannya. Gunakan sabun antibakteri dan antivirus bila perlu.

Nah, selamat mencoba menjadi “jago kungfu penangkap nyamuk dan lalat”. Yakinlah, penulis sendiri telah mencobanya dan kerap kali berhasil. Tidak 100 persen memang, tapi cukup sering sukses.

Sekadar tambahan referensi, bagi yang belum tahu, berikut beberapa link artikel (Wired dan Nat Geo) tentang bagaimana lalat terbang dan betapa canggihnya kecepatannya.

Sumber: Berbagai sumber. Foto: Web.

Related posts

Leave a Reply