Kumpulan Humor Segar Mukidi di Tahun Baru 2017

Karikatur ketawa

Mukidi menjadi salah satu sensasi Tanah Air sepanjang tahun 2016 lalu. Kini di tahun 2017, masihkah Mukidi akan “berjaya”? Entahlah.

Yang jelas sih, apa pun itu menyangkut Mukidi, masih tetap akan lucu. Nggak percaya? Nih kumpulan beberapa humor segar Mukidi yang mungkin belum sempat Anda baca!

MUKIDI DAN GAJAH

Siang itu di sekolah, Mukidi duduk paling depan di kelasnya. Karena salah satu teman yang biasa duduk di depan tidak masuk, maka Mukidi yang dikenal suka bikin gurunya jengkel, memang sudah berniat duduk paling depan.

Kebetulan pelajaran hari itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia, dan ini adalah mata pelajaran yang paling disukai Mukidi. Pada kesempatan itu, guru Mukidi mencoba melontarkan tebak-tebakan nama hewan kepada para murid. Berikut dialognya:

Guru: Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G?
Mukidi langsung berdiri dan menjawab: Gajah, Bu Guru!
Guru: Bagus. Pertanyaan berikutnya, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf D?
Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri: Dua gajah, Bu Guru…! (teman sekelasnya langsung tertawa terbahak..)
Guru (marah): Mukidi, kamu berdiri di pojok sana!
Mukidi menurut.
Guru: Ayo anak-anak, kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang namanya dimulai dengan huruf M?
Semua murid diam. Tapi lagi-lagi, Mukidi yang berdiri di pojok menjawab dengan tenang, “Mungkin gajah…”
Guru (makin kesal): Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu sana!
Mukidi pun keluar dengan muka sedih. Lalu Bu Guru melanjutkan.
Guru: Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang namanya dimulai dengan huruf J?
Semua diam. Tapi tak lama, sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas, “Jangan-jangan gajah..”
Kali ini, saking kesalnya, Bu Guru akhirnya mengusir Mukidi pulang.
Guru: Sekarang, anak-anak, binatang apa yang namanya diawali dengan huruf P?
Sekali lagi semua murid terdiam. Tiba-tiba, HP Bu Guru berdering.
Guru: Ya, haloo..?
Suara HP: Maaf Bu, saya Mukidi. Jawabannya “Pasti Gajah..!”


KULIAH TAHUN BARU

Sehabis pesta malam tahun baru, Mukidi dewasa yang terlalu mabuk sudah tidak mampu lagi untuk mengemudi. Akhirnya, dia dengan bijaksana meninggalkan mobilnya di tempat parkir, lalu berjalan kaki pulang.

Saat ia berjalan pulang dengan sempoyongan itu, Mukidi dihentikan oleh seorang polisi.

Polisi: Apa yang Anda lakukan di sini pukul 4 pagi?
Mukidi: Saya sedang dalam perjalanan ke kuliah.
Polisi: (Dengan nada sinis) Gila! Siapa di muka bumi ini, dalam kondisi yang waras, yang akan memberikan kuliah di malam tahun baru seperti saat ini?
Mukidi: Istri saya.. (sambil tersenyum menyeringai)


NGGAK TURUN-TURUN

Mumpung masih libur tahun baru, Mukidi sengaja dari kampungnya jalan-jalan ke kota. Salah satu tujuannya adalah sengaja ingin jalan-jalan naik bis besar keliling-keliling Jakarta.

Tiba waktunya, siang itu dengan soknya Mukidi naik bis warna hijau. Mukidi tidak tahu bis apa, dia cuma naik saja.

Sekian lama, di perjalanan kenek bis berteriak, “A Yani, Yani, Yani..!” Lalu penumpang pun ada yang turun. Mukidi hanya menatap mereka turun dari bis, sembari melihat lewat kaca jendela.

Lalu tak lama, kenek berseru lagi, “Gatot Subroto, Gatot, Gatot..!” Lagi-lagi kemudian ada penumpang yang turun dari bis tersebut.

Mukidi pun semakin bingung. “Enaknya tinggal di Jakarta kalo begini caranya,” pikirnya.

Untuk kesekian kalinya kemudian, kenek kembali berteriak, “Sudirman, Sudirman, Sudirman!” Dan lagi-lagi ada saja orang yang turun.

Hingga tak terasa, bis pun akhirnya mulai sepi, sementara waktu sudah menunjukkan hampir jam 8 malam. Penumpang bis kini tinggal Mukidi seorang, tapi dia belum juga menunjukkan gelagat mau turun.

Kenek: Ngapain sih mas, kok nggak turun-turun? Mau ikut ke pool..?

Mukidi: Enggak pak. Aku cuman bingung, kok namaku belum dipanggil ya? Yang lain kok sudah dipanggil semua..??


TANGGUNG JAWAB

Mukidi remaja punya satu kebiasaan jelek, yaitu suka ngintip orang yang sedang pacaran. Tempat favoritnya untuk mengintip adalah di atas pohon, di mana di bawahnya sering digunakan orang untuk pacaran.

Seperti biasanya, malam Minggu itu, Mukidi udah stand by di atas pohon untuk mengintip. Dan benar aja, tak berapa lama, datang sepasang sejoli.

Karena merasa lokasinya sepi dan aman, pasangan dimabuk asmara itu pun mulai bercengkerama, sampai memasuki adegan-adegan syur. Mukidi sementara itu benar-benar menikmatinya.

Setelah selesai, pasangan itu pun bercakap-cakap.

Cewek: Bang.. aku takut hamil..
Cowok: Nggak mungkin hamil lah, kan baru sekali ini..
Cewek: Tapi kata temenku bisa, bang. Gimana dong..?
Cowok: Kalo bener hamil, yach.. kita serahkan aja sama Yang di Atas

Tiba-tiba Mukidi turun dari pohon sembari marah-marah:
Enak aja lu..! Gua cuma nonton, lu yang gituan, lu minta gua yang tanggung jawab..!? Nggak bisaa..!!!


MASUK SURGA ATAU NERAKA?

Baru masuk kelas lagi sehabis libur tahun baru, Bu Guru mengawali pelajaran dengan bertanya kepada murid-muridnya.

Bu Guru: Anak-anak… Siapa yang mau masuk surga..?
Serempak anak-anak di kelas menjawab “Sayaaaa..!”
Tapi Mukidi yang duduk di belakang diam saja.

Bu Guru kemudian bertanya lagi: Siapa yang mau masuk neraka..??
Anak-anak: Tidak mauuuu….!!!
Mukidi tetap diam saja.

Bu guru lalu mendekat: Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka…?
Mukidi: Tidak kedua-duanya Bu Guru…
Bu Guru: Kenapa..?
Mukidi: Habis, waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, “Mukidi… apa pun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA..!”

Sumber: Berbagai sumber Mukidi. Foto: Ikon Meme

Related posts

Leave a Reply