Kisah Penelusuran Jejak-jejak Tari Wayang Topeng di Malang

Ilustrasi tari Topeng

Tari Topeng dengan ciri khasnya masing-masing sebenarnya ada di beberapa daerah di Indonesia. Tari jenis ini tergolong unik dan merupakan unsur budaya khas Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan.

Sayangnya, di beberapa daerah, tari tersebut sempat menghilang atau tidak ada pelaku-pelaku maupun yang melestarikannya. Salah satunya yang sempat dalam kondisi “kritis” –meskipun masih ada yang berupaya mengelola– adalah di daerah Malang.

Inilah cerita tentang salah satu grup wayang Topeng yang hingga saat ini masih mampu bertahan di daerah Jabung, Malang, Jawa Timur. Konon hingga beberapa waktu lalu, “nyawa” grup tersebut berada di tangan Bapak Kangsen.

Diceritakan, Bapak Kangsen adalah penyambung sejarah wayang Topeng yang pernah hidup pada masa Pak Rusman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kek Tir. Sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang, keberadaan wayang Topeng di Jabung pada masa Pak Rusman saat itu dikelola pada rentang waktu 1915-1958, sebelum kemudian dilanjutkan oleh Pak Kangsen.

“Selama pengabdiannya, Pak Kangsen mendedikasikan diri sebagai dalang. Sementara, penanggung jawab tari dipegang oleh Pak Samoed dan Pak Tirtonoto. Tahun 1974, Pak Samoed meninggal, kemudian disusul Pak Tirtonoto dan Pak Kangsen pun meninggal,” ungkap Ki Demang di Malang, Rabu (22/2).

Lalu, bagaimana seterusnya kisah keberadaan dan kelanjutan seni tari wayang Topeng di Malang ini? Untuk menyimak lebih lengkap, silakan langsung baca di salah satu artikel web ini.

Sumber: Suara.com. Foto: UMM.

Related posts

Leave a Reply